Pengertian diet flexitarian adalah diet semi vegetarian (diet seperti vegetarian biasa kemudian diselingi dengan makan daging dan ikan pada hari tertentu, inilah diet tanpa pantangan dan tahukan anda bahwa diet dapat Turunkan Berat Badan dan tingkatkan Harapan Hidup seseorang?.

Diet flexitarian diet semi vegetarian makan apa saja boleh makan daging juga boleh

Jika ditanyakan kepada para pelaku diet tentang motivasi mereka menjalankan berbagai diet ketat, tentu alasan yang mengemuka adalah karena keinginan untuk mendapatkan berat badan yang ideal. Memang berat badan yang ideal mempunyai banyak keuntungan dan memberikan berbagai manfaat.



Dengan sejalannya penurunan berat badan dan kesehatan tubuh, maka muncullah berbagai diet yang mengklaim dapat memberikan solusi ganda bagi para pelaku diet yang menerepkannya. Salah satu metode diet yang kini telah menjadi tren dan gaya hidup adalah diet flexitarian. Diet ini diklaim sebagai diet yang dapat membantu menurunkan berat badan dengan cepat dan juga dapat meningkatkan harapan hidup serta memperpanjang umur seseorang.

Definisi Diet Flexitarian

Apa Itu Diet Flexitarian? Diet flexitarian (flexible vegetarian) adalah diet vegetarian dengan diselingi oleh konsumsi bahan makanan hewani seperti daging dan ikan pada saat tertentu. Diet flexitarian disebut juga dengan diet semi vegetarian. Para ahli menyatakan bahwa diet flexitarian dapat membawa kebaikan diet vegetarian serta menggabungkannya dengan berbagai manfaat protein hewani (Wikipedia, 2024 ).

Jadi dengan diet flexitarian ini seseorang dapat memakan daging dan lambat hari akan semakin mengurangi konsumsi dagingnya. Lalu berapa hari ideal untuk melakukan diet ini? Jawabnya adalah 5 pekan atau selama 35 hari.

Bagi pemula yang melakukan diet flexitarian, anda hanya dapat memakan daging 750 gram 4x dalam satu minggu. Kemudian minggu ke-2, 3, dan 4 anda dianjutkan mengurangi konsumsi daging menjadi 500 gram 3-4x saja dalam satu minggu. Dan untuk yang sudah biasa, konsumsi daging hanya dianjutkan 250 gram saja dalam 2x satu minggu.

Baca Juga:   Cara Diet Alami & Sehat: Diet Mediterania, 7 Hari Pola Makan

Prinsip Dasar Diet Flexitarian

Terdapat 4 prinsip diet semi vegetarian atau biasa disebut flexitarian yang perlu diperhatikan yaitu:

Tidak ada yang dilarang

Tidak seperti model diet lainnya, para flexitarian tidak melarang semua jenis makanan. Ini bukan diet penurunan berat badan! Fleksiarianisme bukanlah aturan yang keras dan cepat, tetapi keinginan untuk beralih dari makanan berlebih ke pola makan yang lebih baik.

Kurangi daging dan ikan

Fleksibilitas agak mirip dengan pola makan Kreta, yang telah melindungi pola makan yang kaya buah dan sayuran, dan sedikit kurang disuplai dengan daging dan ikan. Lebih spesifiknya, flexitarian mengkonsumsi 1 sampai 2 kali seminggu daging (maksimal daging putih, bukan daging merah) dan 1 sampai 2 kali seminggu ikan.

Jadi, flexitarianisme menekankan pada variasi makanan yang dikonsumsi. Yang ideal adalah memaksimalkan kehadiran sayuran utuh, buah-buahan segar, buah-buahan kering, minyak sayur, kacang-kacangan, dan biji-bijian untuk mengonsumsi protein nabati sebanyak mungkin.

Alami dan Organik

Kualitas makanan juga merupakan dasar dari flexitarianisme, yang tanpanya pendekatan seperti itu tidak akan menarik. Produk dari peternakan intensif biasanya memiliki rasio Omega-3 / Omega-6 yang buruk. Jadi, alih-alih membeli daging ternak intensif dari supermarket, kami hanya akan membeli sekali seminggu dari pasar besar. Sepotong organik yang berasal dari tukang daging. Buah dan sayuran musiman juga harus lebih disukai. Fleksibilitas juga mendorong pengikutnya untuk mengonsumsi makanan olahan sesedikit mungkin. Jadi, para flexitarian atau diet semi vegetarian didorong untuk kurangi konsumsi produk industri, makanan berlemak dan manis.



Untuk Siapa Diet Flexitarian?

Flexitarianisme mendukung rendahnya asupan protein hewani tanpa mengeluarkannya, sementara seorang vegan (orang yang diet vegetarian) tidak lagi makan protein hewani. Dalam veganisme, ada risiko kekurangan asam amino esensial, vitamin B12, zat besi, dan seng, yang memerlukan suplementasi setelah pemeriksaan kendali biologis. Karena tidak memberlakukan batasan apapun, maka flexitarianisme dapat dilakukan oleh semua orang kecuali, jika mengacu pada bayi, anak-anak, ibu hamil, orang yang sedang dalam masa penyembuhan, dan orang lanjut usia yang membutuhkan lebih banyak protein untuk pertumbuhan dan pemulihan.

Baca Juga:   10 Manfaat Berat Badan Ideal, 5 Efek BB Turun Setelah Diet

Apa Saja Keunggulan Diet Semi Vegetarian?

Sudah lama diketahui bahwa pengurangan protein hewani dapat membawa pelaku diet vegtarian kepada pengurangan berat badan yang cukup besar. Pengurangan bahan makanan hewani juga disinyalir dapat menghindarkan tubuh dari berbagai penyakit berbahaya.

Namun diet vegetarian juga dikenal sangat berat untuk dilakukan oleh orang yang belum terbiasa meninggalkan sama sekali konsumsi daging.

Belum lagi jika memperhatikan kebutuhan protein hewani yang juga tidak dapat dipungkiri memiliki banyak manfaat dan nutrisi. Apalagi banyak orang yang merasa lebih berenergi saat mengkonsumsi bahan makanan dari hewan. Maka flexitarian (diet semi vegetarian) adalah jawaban atas semua permasalahan yang diderita oleh para pelaku diet vegetarian.

Para pelaku diet fleksitarian (semi vegetarian) juga dikenal memiliki sistem kekebalan tubuh yang prima. Asupan buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin, mineral dan antioksidan berkontribusi dalam membangun sistem kekebalan tubuh yang lebih baik, apalagi bila produk buah dan sayur tersebut merupakan produk organik.

Hal ini tentu menyebabkan para pelaku flexitarian jarang mengidap penyakit berbahaya. Bahkan melalui salah satu penelitian, pelaku flexitarian dapat mengurangi resiko dirinya terkena kanker terutama kanker prostat dan kanker payudara.

Kekurangan Diet Flexitarian

Karena metode fleksibel ini merekomendasikan makan sesedikit mungkin makanan berat, hal ini membutuhkan lebih banyak belanja dan memasak, yang dapat menjadi tantangan bagi orang-orang dengan waktu terbatas. menawarkan makanan siap saji dari restoran atau juru masak rumahan, tetapi harganya mahal. Jika Anda mengonsumsi lebih banyak kacang-kacangan atau makanan kedelai untuk protein nabati, Anda juga akan belajar cara memasaknya dengan bumbu dan rempah-rempah.

Terakhir, konsumsi organik dan lokal juga menyiratkan biaya finansial tertentu. Tentu saja, yang ideal adalah mendekati pola makan berdasarkan pertanian organik segar dan musiman, tetapi tentu saja semua orang melakukannya sesuai dengan selera dan, tentu saja, keuangan mereka.

Baca Juga:   52 Daftar Makanan Rendah Kalori untuk Diet

Bagaimana Penerapan Diet Flexitarian?

Penerapan atau cara melakukan diet flexitarian dengan benar sangatlah mudah. Dalam dua hari seminggu, pelaku diet flexitarian menghilangkan sama sekali konsumsi bahan makanan hewani dari daftar menu diet mereka. 5 hari yang lain, para pelaku diet flexitarian (diet vegetarian) dapat mengkonsumsi daging dan ikan dengan total konsumsi tidak melebihi 26 ons dalam satu hari.

Jika anda tertarik, cara memulai diet flexitarian adalah dengan menggunakan sistem 3-4-5 yaitu cara makan yang artinya anda harus mengonsumsi 300 kalori pada saat sarapan, 400 kalori harus tersedia ketika makan siang, dan 500 kalori harus ada untuk hidangan bersantap malam anda. Gunakanlah selalu menu yang sehat dan lakukan pola hidup sehat setiap hari dengan cara melakukan olahraga minimal 30 menit setiap harinya sehingga diet sehat alami dapat anda aplikasikan dengan benar.

Contoh Pola Menu Diet Flexitarian

Menu yang umum dinikmati oleh pelaku diet flexitarian saat menjalani hari tanpa daging adalah dengan menyantap pisang dan yoghurt nabati saat sarapan, salad buah dan sayur saat makan siang serta nasi merah dan kari kacang saat makan malam. Selingan snack berupa kacang almond juga dapat dijadikan camilan sehat.

Flexitarianisme bukanlah diet dalam arti kata yang sempit, melainkan diet yang dirancang untuk mengurangi konsumsi daging merah dan ikan tanpa menyerah sama sekali. Fleksibel memiliki komponen lingkungan yang kuat. Ia mempromosikan pola makan berkualitas baik dan menghormati lingkungan. Sedangkan untuk 5 hari dalam seminggu di mana diperbolehkan mengkonsumsi daging, para pelaku diet flexitarian dapat menikmati telur saat sarapan, salad buah dan sayur saat makan siang dan dada ayam atau kalkun saat makan malam.